Skip to main content

Pendekatan Teori Konsumsi dan Kurva Engel

Pendekatan kurva indiferensi mengasumsikan bahwa tak perlu kuantifikasi daya guna karena tak mungkin dilakukan, dan hanya anggapan peringkat kepuasan daya guna secara ordinal. Selain itu kurva indiferensi bisa memisahkan efek total menjadi efek substitusi dan efek pendapatan.

Kurva permintaan konsumen individual akan suatu barang dapat diperoleh dengan mengubah harga barang bersangkutan hingga dapat diperoleh posisi keseimbangan baru dengan pendekatan kurva indiferensi. Cara yang sama, dengan mengubah harga juga dapat digunakan untuk memperoleh kurva permintaan konsumen individu dengan pendekatan daya guna marjinal. Bila posisi-posisi keseimbangan pada harga yang berbeda itu dihubungkan pada analisis pendekatan kurva indiferensi, maka diperoleh Kurva Harga Konsumsi. Selanjutnya bila kuantitas keseimbangan serta tingkat pendapatan yang bersangkutan digambarkan maka diperoleh kurva Engel yang berlerang menanjak naik (pada barang normal).

Kelebihan pendekatan kurva indiferensi dibandingkan dengan pendekatan daya guna marjinal adalah yang pertama hanya memerlukan anggapan bahwa konsumen tak perlu mengkuantifikasikan daya guna total dan marjinal. Di samping itu ia dapat memisahkan efek substitusi dan efek pendapatan yang merupakan efek total akibat perubahan harga terhadap kuantitas yang diminta. efek substitusi adalah efek perubahan harga berupa tindakan konsumen yang akan mengganti barang yang harganya lebih mahal dengan barang yang harganya lebih murah.

Efek pendapatan adalah efek perubahan pendapatan terhadap posisi keseimbangan konsumen. Efek perubahan harga atas kuantitas yang diminta atau dikonsumsi dibedakan menurut jenis barangnya yaitu barang normal, barang inferior/ barang Giffen; dengan menghubungkannya dengan efek pendapatan dan efek substitusi. Barang Giffen mempunyai kurva permintaan berlereng menanjak naik (ini merupakan pengecualian).

Comments

Popular posts from this blog

Teori Cuplikan (Sampling)

Salah satu tujuan dalam analisis statistika adalah menjawab pertanyaan desuktif, sesuatu yang dapat kita simpulkan terhadap hasil cuplikan acak, yang sudah kita peroleh dari populasi yang sifat-sifatnya sudah dikenal atau diketahui.
Cuplikan acak adalah cuplikan yang diambil dari sebuah populasi dengan menerapkan prinsip ketika setiap anggota populasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk terpilih. Apabila kita sudah memiliki suatu cuplikan acak maka kita mampu membuat pernyataan deduktif; apabila sifat-sifat populasi diketahui maka kita bisa menyatakan sifat-sifat cuplikannya. Pada tingkat yang lebih lanjut, sesudah mampu membuat pernyataan deduktif, diharapkan mampu membuat pernyataan induktif.

Misalkan dikatakan 95% penduduk negara RI yang tinggal di tepi laut, mata pencahariannya adalah nelayan, jika diambil sebuah cuplikan acak dari daerah tepi laut negara RI, pastilah 95% penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan (pernyataan deduktif). Jika situasi di atas dibalik yaitu bi…

Cuplikan Acak dan Sifat-Sifatnya

Cuplikan (sample) adalah sebagian anggota populasi yang terpilih untuk diteliti. Sifat-sifat cuplikan hendaknya bisa mewakili sifat-sifat populasi. Agar cuplikan memberikan hasil yang tidak bisa maka cuplikan haruslah diambil/dilakukan secara acak.
Cara paling sederhana untuk memastikan bahwa cuplikan kita bersifat acak, kita beri setiap anggota populasi kesempatan yang sama besar untuk diambil sebagai anggota cuplikan. Jadi cuplikan acak adalah hasil pengambilan sebagian anggota populasi tempat diterapkan prinsip bahwa setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk diambil sebagai anggota cuplikan. Dalam praktek sifat acak dilakukan dengan sistem lotere. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Mencatat setiap anggota populasi dalam satu kertas (kecil), digulung, dimasukkan dalam satu tempat, misal toples.Kemudian, kita tentukan anggota cuplikannya, dengan cara mengambil satu persatu gulungan kertas tadi sampai jumlah tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari kita lihat kej…

Konstruksi Skenario : Model Royal Dutch/ Shell

Metode skenario kini sepertinya semakin populer sebagai salah satu alat analisis yang digunakan untuk memproyeksikan berbagai kemungkinan masa depan sebagai akibat semakin tingginya ketidakpastian lingkungan bisnis. Di Indonesia metode skenario mulai dikenal, sekalipun belum sepopuler di negara lain. KB 2 menjelaskan secara rinci bagaimana skenario disusun. Sembilan tahapan yang diperlukan untuk menyusun skenario dijelaskan : identifikasi pokok persoalan, identifikasi aktor, kekuatan penentu utama, kecenderungan dan ketidakpastian, matriks inti skenario, cetak biru skenario, narasi skenario, opsi strategi, dan kuantifikasi dan monitoring. Identifikasi pokok persoalan yang merupakan langkah pertama