Skip to main content

Ukuran Tendensi Pusat

Ukuran tendensi pusat dapat dihitung dengan menggunakan banyak cara. Dalam hal ini hanya dibahas tiga macam ukuran tendensi pusat, yaitu mean, median, dan modus.
Data hasil penelitian bisa dibedakan menjadi dua, yaitu data yang tidak dikelompokkan dan data yang dikelompokkan. Untuk data yang tidak dikelompokkan , mean atau rata-rata hitung adalah jumlah data dibagi banyaknya data. Untuk mencari mean bagi data yang sudah dikelompokkan yaitu data yang sudah dibuat menjadi suatu distribusi frekuensi kita menggunakan cara lain. Data yang sudah dibuat distribusi frekuensi menjadi tidak asli lagi, data sudah dimasukkan ke dalam kelas-kelas, sehingga yang ada tinggal frekuensi dari masing-masing kelas saja (f). Oleh karena itu, dalam menghitung rata-rata kita menggunakan class mark yaitu pertengahan suatu kelas (X) dan frekuensi. Rata-rata hitung dapat dihitung dengan rumus berikut:












Apabila distribusi frekuensi tersebut memiliki kelas terbuka, maka titik tengah pada kelas terbuka tidak dapat dihitung, sehingga kita tidak dapat menghitung mean menggunakan rumus di atas. Maka titik tengah kita ganti dengan d (deviasi). Sehingga mean kita hitung dengan rumus:



Untuk menghitung median bagi data yang tidak dikelompokkan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengurutkan data. Urutannya boleh dari kecil ke besar, boleh juga dari besar ke kecil.

Langkah berikutnya kita cari letak median dengan rumus

Nilai median adalah nilai data urutan ke







Untuk mencari median bagi data yang dikelompokkan, pertama-tama kita tentukan letak median. Letak median dapat dihitung dengan mengunakan rumus . Langkah berikutnya, kita hitung frekuensi kumulatifnya. Caranya menghitung sama dengan mencari distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. dan langkah terakhir kita menghitung nilai median dengan rumus:

Untuk menghitung modus bagi data yang tidak dikelompokkan, langkah pertama kita urutkan data tersebut, kemudian kita cari data yang paling sering terjadi.
Untuk menghitung modus bagi data yang dikelompokkan, kita cari kelas yang mempunyai frekuensi yang paling besar. Untuk menghitung modus: kita cari kelas yang mempunyai frekuensi paling besar, kita cari class boundary bawah dan kelas interval pada kelas modus.
Hitung selisih antara frekuensi pada kelas modus dan frekuensi sebelum kelas modus. Hitung pula perbedaan antara frekuensi pada kelas modul dengan frekuensi pada kelas di atas kelas modus. Masukukkan semua komponen ke dalam rumus, maka akan kita peroleh modus.

Comments

Popular posts from this blog

KERANGKA DASAR SISTEM-SISTEM MANAJEMEN

Kerangka dasar dari sistem –sistem manajemen merupakan suatu langkah untuk memahami hubungan antara aktivitas-aktivitas manajemen dengan berbagai manfaat yang dapat diperolehnya. Penting sekali memahami kedua macam sistem konseptual dan empiris sebab dengan demikian kita mampu meletakkan dasar yang baik dalam rangka mempelajari pengetahuan Sistem Informasi Manajemen. Sebagai tindak lanjut, kita dapat meletakkan dasar dari klasifikasi dari sistem organisasi dari Sistem Informasi Manajemen.
Mencoba menghubungkan antara Sistem Infoemasi Manajemen dan keputusan makin memperjeles kedudukan dari Sistem Informasi Manajemen dalam organisasi.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang disusun dengan mempergunakan prosedur-prosedur yang formal, dengan tujuan memberikan informasi yang relevan kepada para manajer baik itu informasi internal maupun informasi eksternal pada seluruh tingkat dan seluruh fungsi organisasi yang bersangkutan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif.
Sistem informasi yang formal makin dirasakan penting keberadaannya apabila operasi perusahaan bertambah besar dan bertambah rumit.

Manajemen dan Sistem Komputer

Salah satu peran manajer yang berkaitan dengan informasi adalah mencari dan menerima informasi khusus (terutama informasi yang baru) yang sangat beraneka ragam untuk mengembangkan pemahaman yang lebih seksama mengenai lingkungan organisasinya untuk kemudian meneruskan informasin yang diterima (baik dari luar atau dari bawahan) kepada anggota-anggota organisasinya atau kepada pihak luar mengenai rencana-rencana, kebijakan-kebijakan, tindakan, hasil-hasil organisasi dan lain sebagainya. Perubahan lingkungan organisasi yang cepat serta kemajuan-kemajuan dalam bidang manajemen bukan saja membuka peluang (kesempatan) bagi organisasi, namun dapat juga merupakan ancaman bagi organisasi. Berbagai perubahan yang serba cepat ini membutuhkan lebih banyak informasi, banyaknya informasi yang dibutuhkan ini mengharuskan diadakannya metode dan prosedur baru dalam mengumpulkan, mengeluarkan dan mengevaluasi informasi agar dapat digunakan dalam mengambil keputusan-keputusan yang penting.
Kemajuan dan p…