Skip to main content

Cuplikan Acak dan Sifat-Sifatnya

Cuplikan (sample) adalah sebagian anggota populasi yang terpilih untuk diteliti. Sifat-sifat cuplikan hendaknya bisa mewakili sifat-sifat populasi. Agar cuplikan memberikan hasil yang tidak bisa maka cuplikan haruslah diambil/dilakukan secara acak.
Cara paling sederhana untuk memastikan bahwa cuplikan kita bersifat acak, kita beri setiap anggota populasi kesempatan yang sama besar untuk diambil sebagai anggota cuplikan. Jadi cuplikan acak adalah hasil pengambilan sebagian anggota populasi tempat diterapkan prinsip bahwa setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk diambil sebagai anggota cuplikan. Dalam praktek sifat acak dilakukan dengan sistem lotere. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Mencatat setiap anggota populasi dalam satu kertas (kecil), digulung, dimasukkan dalam satu tempat, misal toples.
  2. Kemudian, kita tentukan anggota cuplikannya, dengan cara mengambil satu persatu gulungan kertas tadi sampai jumlah tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari kita lihat kejadian ini dalam pengambilan gulungan kertas yang berisi angka, untuk menentukan siapa yang mendapat hadiah (pertama, kedua, dan seterusnya) dalam suatu proses lotere.
Cara di atas dapat dilakukan untu jumlah populasi yang kecil sehingga dapat dilakukan tanpa kesulitan yang berarti. Cara berikut ini secara praktis lebih sederhana. Bagi setiap anggota populasi kita beri identifikasi dengan sistem nomor atau angka, dan kita catat. Ambillah tabel acak, dan ambillah n angka acak. Anggota populasi yang bernomor sama dengan angka acak yang kita peroleh adalah cuplikan kita.

Contoh 1:
Anggota populasi 100. Cuplikan yang diinginkan 20. Beri angka 1 sampai dengan 100 yang mewakili setiap anggota populasi. No.1. Amat, No.2 Badu, No.3 Garu dan seterusnya.

Untuk 100 anggota populasi, dipakai empat blok angka acak 1 (untuk 100 buah). Sesuaikan jumlah anggota populasi dengan jumlah angka random. Jumlah anggota cuplikan kita adalah 20. Ambil sebuah dadu dan lemparkan, misal muncuk angka empat. Berdasar angka empat ini kita pilih anggota sampel yang pertama yaitu lompati empat buah angka yang terdapat dalam tabel angka random. Selanjutnya lompatilah empat angka, dan yang kelima adalah angka random yang kedua, begitu selanjutnya sampai diperoleh dua puluh angka acak. Bila angka yang diperoleh sama dengan angka yang sudah muncul, buang angka

Comments

Popular posts from this blog

KERANGKA DASAR SISTEM-SISTEM MANAJEMEN

Kerangka dasar dari sistem –sistem manajemen merupakan suatu langkah untuk memahami hubungan antara aktivitas-aktivitas manajemen dengan berbagai manfaat yang dapat diperolehnya. Penting sekali memahami kedua macam sistem konseptual dan empiris sebab dengan demikian kita mampu meletakkan dasar yang baik dalam rangka mempelajari pengetahuan Sistem Informasi Manajemen. Sebagai tindak lanjut, kita dapat meletakkan dasar dari klasifikasi dari sistem organisasi dari Sistem Informasi Manajemen.
Mencoba menghubungkan antara Sistem Infoemasi Manajemen dan keputusan makin memperjeles kedudukan dari Sistem Informasi Manajemen dalam organisasi.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang disusun dengan mempergunakan prosedur-prosedur yang formal, dengan tujuan memberikan informasi yang relevan kepada para manajer baik itu informasi internal maupun informasi eksternal pada seluruh tingkat dan seluruh fungsi organisasi yang bersangkutan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif.
Sistem informasi yang formal makin dirasakan penting keberadaannya apabila operasi perusahaan bertambah besar dan bertambah rumit.

Manajemen dan Sistem Komputer

Salah satu peran manajer yang berkaitan dengan informasi adalah mencari dan menerima informasi khusus (terutama informasi yang baru) yang sangat beraneka ragam untuk mengembangkan pemahaman yang lebih seksama mengenai lingkungan organisasinya untuk kemudian meneruskan informasin yang diterima (baik dari luar atau dari bawahan) kepada anggota-anggota organisasinya atau kepada pihak luar mengenai rencana-rencana, kebijakan-kebijakan, tindakan, hasil-hasil organisasi dan lain sebagainya. Perubahan lingkungan organisasi yang cepat serta kemajuan-kemajuan dalam bidang manajemen bukan saja membuka peluang (kesempatan) bagi organisasi, namun dapat juga merupakan ancaman bagi organisasi. Berbagai perubahan yang serba cepat ini membutuhkan lebih banyak informasi, banyaknya informasi yang dibutuhkan ini mengharuskan diadakannya metode dan prosedur baru dalam mengumpulkan, mengeluarkan dan mengevaluasi informasi agar dapat digunakan dalam mengambil keputusan-keputusan yang penting.
Kemajuan dan p…