Skip to main content

STATISTIKA EKONOMI





































Statistik ada dua macam, yaitu statistik dalam arti sempit dan statisktik dalam arti luas, yang dibahas di sini adalah statisktik dalam arti luas yang sering disebut dengan istilah statistika. Statistika adalah keseluruhan dari metode pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis terhadap data tersebut.
Metodestatistik ada dua macam yaitu statistika deskriptif dan statistika induktif. Statistika deskriptif adalah  bagian dari statistika yang membahas tentang cara untuk pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, penentuan nilai-nilai karakteristik sampel, agar dapat memberikan gambaran mengenai suatu keadaan. Sementara itu, statistika induktif atau statistika inferensi adalah bagian dari statistika yang berhubungan dengan kegiatan analisis untuk pengambilan kesimpulan mengenai populasi yang sedang diselidiki pendekatan sampel.
Dalam statistika kita selalu berhubungan dengan data. Data adalah fakta-fakta yang dapat dipercaya kebenarannya. Fakta-fakta yang disebut data tersebut kadang-kadang dapat kita kumpulkan sebagian saja. Maka kita mengenal istilah populasi dan sampel.
  1. populasi adalah keseluruhan dari objek yang diselidiki.
  2. Sampel adalah sebagian dari objek yang diselidiki.
Cara pengumpulan data ada dua cara, yaitu secara sensus dan sampling. Sensus adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan meneliti semua anggota populasi. Maka dari itu, sensus hanya dilakukan beberapa tahun sekali, sebab memerlukan biaya yang cukup besar. Sedangkan kebanyakan peneliti melakukan penelitian secara sampling, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan meneliti sebagian dari anggota populasi. dengan hanya meneliti sebagian dari anggota populasi maka akan dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga.
Suatu badan yang mengadakan penelitian, dapat mengambil data intern dan data ekstern. data intern adalah data yang dikumpulkan oleh suatu badan mengenai kegiatan badan itu, sedangkan data ektern adalah data yang diperoleh dari luar badan yang memerlukannya.
data ekstern dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data ekstern yang diperoleh dari hasilpenelitian sendiri. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak lain atau hasil penelitian orang lain.
Dalam suatu penelitian sebagaian besar data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dengan menggunakan angka, sisanya berupa data kualitatif yaitu data yang tidak dinyatakan dalam satuan angka tetapi dinyatakan dalam kategori, golongan atau sifat dari data tersebut.
Data kuantitatif dapat dibagi dua, yaitu data diskrit dan data kontinu. data diskrit adalah data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli, tidak boleh berbentuk pecahan. Sedangkan data kontinu adalah data yang satuannya dapat berupa bilangan pecahan.
Skala pengukuran dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu: skala pengukuran nominal, skala pengukuran ordinal, skala pengukuran interval, dan skala pengukuran rasio.
________________________________________________________________________________

dalam mengadakan penelitian kita dapat mengumpulkan banyak data, tetapi dapat pula kita hanya mengumpulkan sedikit data. Kalau datanya hanya sedikit, tanpa dibuat tabel pun data tetap mudah dibaca, tetapi kalau datanya banyak sekali maka membacanya agak sulit, dan memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencermatinya. Untuk memudahkan dan mempercepat kita memahami data tersebut maka data yang sudah dikumpulkan, disusun agar lebih teratur, dalam bentuk tabel.
Langkah awal analisis data adalah mengklarifikasi data. Klasifikasi data berarti memilah-milah data dari yang bersifat heterogen ke dalam kelompok-kelompok yang homogen, sehingga sifat-sifat data yang menonjol mudah dilihat.

Pada dasarnya ada 2 macam kalsifikasi data:
  1. Klasifikasi berdasarkan sifat-sifat (Attribute) : biasanya diterapkan pada data kualitatif. Misalnya warna kulit, ada putih, kuning, dan coklat.
  2. Klasifikasi berdasarkan bilangan (Variables) : klasifikasi secara kuantitatif, misalnya upah karyawan, jumlah barang yang diproduksi dan sebagainya. Kalisifikasi bilangan disebut klasifikasi berdasarkan kelas interval (class interval).
Seriation adalah penyusunan data dalam urutan yang sistematis. Penyusunan data secara sistematis dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
  1. Berdasarkan waktu (time series, chronological, historical series). Waktu di sini merupakan dasar utama untuk menyusun data maka selanjutnya disebut dengan data time series.
  2. Berdasarkan daerah/ wilayah (geographical series). Daerah/ wilayah merupakan faktor penting untuk menyusun data.
  3. Berdasarkan keadaan/ frekuensi (frequency, conditional series). Penyusunan data berdasarkan kondisi fisik seperti; tinggi, berat, ataupun metode gradasi yang lain, berdasarkan benyaknya kejadian di sutau tempat tertentu dan waktu tertentu.
Penyusunan data berdasarkan keadaan/ frekuensi ini dapat dilakukan dengan 2 cara:
  1. Secara individual. Metode ini merupakan cara menyusun data sesuai dengan hasil observasi.
  2. Secara kelompok. metode ini merupakan cara menyusun data dalam kelompok-kelompok berdasarkan interval tertentu. Selanjutnya dari masing-masing kelompok akan tampak beberapa kali terjadinya (berapa frekuensinya).
Pengelompokan berdasarkan interval ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
  1. Rangkaian yang diskrit (diskrete series atau discontinuous series)
  2. Rangkaian yang kontinu (continuous series)
 Perbedaan cara penyusunan data ini didasarkan pada sifat dari data tersebut, apakah variabelnya bersifat diskrit atau kontinu. Data atau variabel diskrit adalah data yang hanya dapat dinyatakan dalam bilangan bulat. Sedangkan data atau variabel kontinu adalah data yang dapat dinyatakan dengan bilangan pecahan. Distribusi data yang bersifat kontinu disebut juga dengan distribusi frekuensi atau tabel frekuensi.

jenis distribusi yang kita buat tergantung macam data yang kita kumpulkan. Apabila kita mengumpulkan data kualitatif maka kita buat menjadi distribusi frekuensi menurut kategori. Jika kita mengumpulkan data kuantitatif maka data tersebut kita buat menjadi distribusi frekuensi menurut bilangan.

Penyusunan distribusi frekuensi menurut bilangan
Penyusunan distribusi frekuensi menurut bilangan dapat dilakukan melalui beberapa tahap:
  1. Menetukan jumlah kelas. Untuk menentukan jumlah kelas adalah dengan menggunakan rumus Sturges. Hubungan antara jumlah klas dan banyaknya data dapat dinyatakan dalam bentuk rumus: K=1+3,3logN
  2. Menentukan range. Range dapat dihitung dengan mencari selisih antara data tersebar dan data terkecil.
  3. Menghitung panjang kelas (interval class). Panjang kelas dapat dihitung dengan membagi range dengan banyaknya klas yang sudah dibulatkan. Panjang kelas (interval class) dapat dihitung dengan rumus :

  4. Menentukan kelas. Pada dasarnya kita bebas menentukan kelas, asalkan sesuai dengan banyaknya kelas dan besarnya klas interval yang sudah kita hitung. Hanya saja ada sedikit pedoman yang perlu kita patuhi yaitu :
    • Semua data dapat masuk, artinya data terkecil dapat masuk ke dalam kelas terkecil dan data terbesar dapat masuk ke dalam kelas terbesar.
    • Batas atas suatu kelas dibuat sedikit lebih kecil dari batas bawah kelas di atasnya.
  5. Menentukan frekuensi. Untuk mencari frekuensi masing-masing kelas dilakukan dengan cara mengadakan tabulasi yaitu memasukan data ke dalam tabel.
Penyusunan distribusi frekuensi menurut kategori
Cara membuat distribusi frekuensi menurut kategori tidak diperlukan prosedur yang berbelit-belit. langkah pertama kita menetukan kelas, kelas yang kita tentukan sesuai dengan kategori dari data tersebut. Selanjutnya kita mengadakan tabulasi data.

________________________________________________________________________________

Di samping distribusi frekuensi yang dijelaskan sebelumnya, masih ada lagi beberapa macam distribusi frekuensi yaitu distribusi frekuensi relatif dan distribusi frekuensi kumulatif dan distribusi frekuensi kumulatif relatif.
Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang frekuensinya tidak dinyatakan dalam angka absolut, tetapi dinyatakan dalam angka relatif atau dalam persentase dari jumlah frekuensi semua kelas yang ada.
Hal yang disebut distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi yang secara berturut-turut dan bertahap memasukkan frekuensi pada kelas-kelas yang lain. Ada 2 macam distribusi frekuensi kumulatif yaitu Distribusi Frekuensi kumumulatif "kurang dari" dan distribusi Frekuensi kumulatif "atau lebih". Distribusi frekuensi kumulatif "kurang dari" adalah distribusi frekuensi yang memasukkan frekuensi pada kelas-kelas sebelumnya. Sedangkan Distribusi frekuensi "atau lebih" adalah distribusi frekuensi yang memasukkan frekuensi pada kelas sesudahnya.
Distribusi frekuensi kumulatif relatif adalah distribusi frekuensi kumulatif yang frekuensinya dinyatakan secara relatif yaitu dalam bentuk persentase. dalam hal ini kita mengenal ada dua macam distribusi frekuensi kumulatif relatif, yaitu distribusi frekuensi kumulatif relatif "kurang dari" dan distribusi frekuensi kumulatif relatif "atau lebih".
Distribusi frekuensi kumulatif relatif "kurang dari" adalah distribusi frekuensi kumulatif "kurang dari" yang frekuensinya diubah menjadi dalam bentuk presentasi. Sedangkan distribusi frekuensi kumulatif relatif "atau lebih" adalah distribusi frekuensi kumulatif "atau lebih" yang frekuensinya diubah menjadi dalam bentuk persentasi.

-end of 1st week-

ok

.....

Comments

Popular posts from this blog

KERANGKA DASAR SISTEM-SISTEM MANAJEMEN

Kerangka dasar dari sistem –sistem manajemen merupakan suatu langkah untuk memahami hubungan antara aktivitas-aktivitas manajemen dengan berbagai manfaat yang dapat diperolehnya. Penting sekali memahami kedua macam sistem konseptual dan empiris sebab dengan demikian kita mampu meletakkan dasar yang baik dalam rangka mempelajari pengetahuan Sistem Informasi Manajemen. Sebagai tindak lanjut, kita dapat meletakkan dasar dari klasifikasi dari sistem organisasi dari Sistem Informasi Manajemen.
Mencoba menghubungkan antara Sistem Infoemasi Manajemen dan keputusan makin memperjeles kedudukan dari Sistem Informasi Manajemen dalam organisasi.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang disusun dengan mempergunakan prosedur-prosedur yang formal, dengan tujuan memberikan informasi yang relevan kepada para manajer baik itu informasi internal maupun informasi eksternal pada seluruh tingkat dan seluruh fungsi organisasi yang bersangkutan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif.
Sistem informasi yang formal makin dirasakan penting keberadaannya apabila operasi perusahaan bertambah besar dan bertambah rumit.

Manajemen dan Sistem Komputer

Salah satu peran manajer yang berkaitan dengan informasi adalah mencari dan menerima informasi khusus (terutama informasi yang baru) yang sangat beraneka ragam untuk mengembangkan pemahaman yang lebih seksama mengenai lingkungan organisasinya untuk kemudian meneruskan informasin yang diterima (baik dari luar atau dari bawahan) kepada anggota-anggota organisasinya atau kepada pihak luar mengenai rencana-rencana, kebijakan-kebijakan, tindakan, hasil-hasil organisasi dan lain sebagainya. Perubahan lingkungan organisasi yang cepat serta kemajuan-kemajuan dalam bidang manajemen bukan saja membuka peluang (kesempatan) bagi organisasi, namun dapat juga merupakan ancaman bagi organisasi. Berbagai perubahan yang serba cepat ini membutuhkan lebih banyak informasi, banyaknya informasi yang dibutuhkan ini mengharuskan diadakannya metode dan prosedur baru dalam mengumpulkan, mengeluarkan dan mengevaluasi informasi agar dapat digunakan dalam mengambil keputusan-keputusan yang penting.
Kemajuan dan p…