Skip to main content

PENGANTAR BISNIS



Bisnis dan Lingkungannya

Pengertian Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan profit. Di mana yang dimaksud dengan profit adalah perbedaan antara pendapatan suatu bisnis dengan biaya-biaya atau beban-bebannya.  Bisnis dapat pula diartikan sebagai sebuah kegiatan atau usaha, atau aktivitas terpadu yang meliputi pertukaran barang, jasa, atau uang yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan maksud memperoleh manfaat atau keuntungan. Dengan demikian bisnis merupakan proses sosial yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok melalui proses penciptaan dan pertukaran kebutuhan dan keinginan akan suatu produk tertentu yang memiliki nilai atau memperoleh manfaat atau keuntungan.
Lingkungan bisnis dibedakan atas 2, yakni lingkungan internal dan eksternal.
1.      Lingkungan internal terdiri atas karyawan, manajemen, pemegang saham, modal dan peralatan fisik, serta informasi.
2.      Lingkungan eksternal terdiri dari dua komponen, yakni lingkungan khusus dan umum.
·         Lingkungan khusus, meliputi konsumen, pemasok, pesaing, dan kreditor.
·         Lingkungan umum, meliputi berbagai faktor, antara lain kondisi ekonomi, politik dan hukum, sosial budaya, demografi, serta teknologi dan kondisi globalisasi.

Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi adalah sistem yang digunakan suatu negara untuk mengalokasikan sumber dayanya di antara warga negaranya baik individu maupun organisasi. Perbedaan sistem ekonomi negara satu dengan negara lainnya adalah bagaimana negara tersebut mengelola faktor-faktor produksinya.
Faktor-faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam produksi barang dan jasa, yaitu tenaga kerja (man), modal (money), metode/kewirausahaan (methode), dan bahan baku (material).
            Pada prinsipnya ada 3 jenis sistem ekonomi, yakni Kapitalis (sistem ekonomi yang diserahkan pada kekuatan permintaan dan penawaran yang terjadi di pasar), Sosialis (sistem ekonomi yang dikendalikan oleh pimpinan pemerintahan) dan Campuran (campuran dari kedua sistem ekonomi tersebut).
Sistem ekonomi campuran ini yang nantinya akan memunculkan variasi sistem ekonomi yang ada dengan porsi berbeda beda dari kedua sistem ekonomi sebelumnya.

Etika Bisnis
Etika adalah kepercayaan tentang apa yang benar dan salah atau baik dan buruk dalam tindakan yang mempengaruhi yang lain. Sedangkan perilaku etis adalah tingkah laku yang disesuaikan terhadap norma sosial yang diterima secara umum berkenaan dengan tindakan yang berguna dan berbahaya.
Ada model 3 langkah sederhana untuk melakukan penilaian etika untuk situasi yang muncul selama aktivitas bisnis, yakni:
a.       mengumpulkan informasi relevan yang sesungguhnya;
b.      menganalisis fakta-fakta untuk menetapkan nilai moral yang paling sesuai;
c.       membuat keputusan etik berdasarkan pada kebenaran atau kesalahan dari kebijakan atau aktivitas yang dimaksudkan.
Tangung jawab sosial merupakan penerimaan manajemen terhadap kewajiban untuk mempertimbangkan laba, kepuasan pelanggan, dan kesejahteraan sosial sebagai nilai sepadan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan.
Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder, yakni meliputi tanggung jawab kepada konsumen, karyawan, investor, pemasok, dan komunitas lokal di mana bisnis berada. Empat area tanggung jawab organisasi terdiri tanggung jawab ke depan terhadap lingkungannya, konsumennya, karyawannya, dan investornya. 

______________________________________________
Bisnis merupakan organisasi atau individu yang berusaha mencari keuntungan dengan menyediakan produk yang memuaskan kebutuhan masyarakat. Produk yang dimaksud dapat meliputi barang, jasa, atau layanan, atau ide-ide yang memiliki karakteristik berwujud dan tidak berwujud yang dapat menyediakan kepuasan dan manfaat. Keuntungan merupakan sasaran mendasar dalam bisnis. Untuk melaksanakan bisnis perlu disusun terlebih dahulu perencanaan bisnis. Perencanaan bisnis digunakan untuk menyususn tujuan dan rencana kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Kegiatan bisnis melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang mendukung keberhasilan bisnis tersebut. Selain itu, dalam melaksanakan bisnis, para pengelola bisnis harus menjalankan fungsi-fungsi pengelolaan, yang meliputi pemasaran, operasional atau produksi, keuangan, sumber daya manusia, akuntansi, dan sebagainya. Pembahasan masalah bisnis juga tidak lengkap tanpa adanya pembahasan mengenai sistem perekonomian yang dianut negara tempat perusahaan bisnis tersebut dijalankan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


BENTUK ORGANISASI

Bentuk-Bentuk Badan Usaha

Bentuk-bentuk badan usaha dapat dibedakan menjadi beberapa, antara lain:

1.      Perusahaan Perseorangan
Adalah perusahaan yang dimiliki satu individu, kerap kali merupakan perusahaan keluarga, yaitu perusahaan yang menggunakan seluruh atau sebagian anggota keluarga untuk menjalankannya. Perusahaan perseorangan ada beberapa kelebihan dan kelemahannya, antara lain:
Kelebihan:
a.       Mudah didirikan
b.      Modal yang digunakan adalah tabungan
c.       Pengelolaan fleksibel dan bebas
d.      Kerahasiaan usaha terjamin

Kelemahan:
a.       Pertanggungjawaban tidak terbatas
b.      Modal terbatas
c.       Kualitas manajerial dan kualitas pekerjaan terbatas
d.      Kelangsungan operasi perusahaan terbatas

2.      Perusahaan Perkongsian (CV, Firma, dan Partnership)
Mempunyai ciri utama yaitu ukuran perusahaan kecil dan relatif dapat dijalankan oleh para pemiliknya. Perusahaan perkongsian ada beberapa kelebihan dan kelemahannya, antara lain:
Kelebihan:
a.       Mudah didirikan, modal usaha relatif sedikit dan pengelolaan usaha relatif lebih fleksibel dan bebas
b.      Dibandingkan dengan perusahaan perseorangan, modal yang dikumpulkan lebih banyak
c.       Lebih banyak keahlian yang diperoleh
d.      Umur usaha lebih panjang

Kelemahan:
a.       Pertanggungjawaban tidak terbatas
b.      Modal terbatas
c.       Terjadinya perselisihan dan kesalahpahaman diantara anggotanya

3.      Perusahaan Perseroan Terbatas
Perusahaan yang digolongkan pada Perseroan Terbatas adalah suatu unit kegiatan usaha yang didirikan sebagai suatu instansi badan hukum yang pendiriannya dilakukan melalui akta notaris, dimana suatu dokumen pada dasarnya mencantumkan tujuan pendirian, saham yang dikeluarkan, dan nama-nama pimpinan yang akan menjalankan usaha.
Kelebihan:
a.       Tanggung jawab terbatas
b.      Saham perusahaan mudah ditunaikan
c.       Lebih mudah memperoleh modal
d.      Pengelolaan yang lebih profesional

Kelemahan:
a.       Memerlukan modal, penjualan, jumlah pekerja, serta kapasitas produksi yang besar
b.       Pendiriannya lebih sulit
c.       Peraturan yang harus dipenuhi lebih banyak
d.      Sukar merahasiakan kegiatan perusahaan
_______________________________________________
Organisasi merupakan sebuah entitas sosial; entitas sosial yang diarahkan oleh tujuan; entitas sosial yang dirancang (secara sengaja) untuk memiliki struktur dan sistem aktivitas yang terkoordinasi; serta entitas sosial yang terhubung dengan lingkungan eksternal atau lingkungan luar.
Terdapat berbagai jenis organisasi tergantung hal mendasar yang dijadikan sebagai patokan jenis-jenis organisasi tersebut, antara lain berdasarkan ukuran jumlah pegawai, berdasarkan tujuan organisasi (profit atau nirlaba), serta produk yang dihasilkan (barang dan jasa).
Keberadaan organisasi menjadi penting karena beberapa alasan, antara lain untuk menyatukan sumber daya demi mencapai tujuan dan memberikan hasil, memproduksi barang dan jasa secara efisien, memfasilitasi inovasi, menggunakan teknologi manufaktur dan informasi modern, beradaptasi terhadap dan mempengaruhi perubahan lingkungan, menciptakan nilai bagi pemilik, pelanggan dan pegawai, mengakomodasi tantangan, meliputi keberagaman, etika, serta motivasi, dan koordinasi pegawai.
Terdapat dua jenis perspektif terhadap organisasi, yaitu sebagai sistem terbuka (open system) yang tergantung pada lingkungan, serta kerangka konfigurasi organisasi yang menjelaskan 5 bentuk dasar organisasi (manajemen puncak, manajemen menengah, pegawai pendukung teknis, pegawai pendukung administratif, serta technical core).
Pada dasarnya terdapat 2 dimensi yang harus diperhatikan dalam memahami organisasi dan ingin merancang struktur organisasi, yaitu dimensi struktural (formalization, work specialization, hierarchy of authority termasuk span of control/rentang kendali, sentralisasi dan desentralisasi, profesionalisme, serta rasio personel juga departementalization/ departementalisasi dan chain of command/ rantai komando) dan dimensi kontekstual yang menunjukkan karakteristik organisasi secara keseluruhan (goal dan strategi perusahaan, lingkungan, ukuran, teknologi, dan budaya organisasi). Bagan khusus dari hubungan antara kegiatan usaha dan sumber daya yang ada di dalam organisasi-disertai tugas-tugas yang mereka jalankan, dinamakan struktur organisasi. Dalam menentukan struktur organisasi, terlebih dahulu kita harus menetukan sifat organiasasi itu sendiri, antara lain dari sisi formalitasnya, yaitu formal ataukah informal. Pada dasarnya, terdapat 3 komponen inti dalam suatu struktur organisasi, yaitu (1) Formal reporting relationship, (2) Grouping together task,  dan (3) Design of system. komponen 1 dan 2 lebih menekankan pada pembahasan mengenai organisasi vertikal, sedangkan komponen yang ketiga lebih menekankan pada organisasi horizontal.
Pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu struktur umum yang terdiri dari struktur organisasi sederhana (simple structure, misalnya fungsional), birokratis (atau vertical, misalnya divisional), serta matriks. Jenis struktur kontemporer, antara lain struktur tim (team structure atau dikenal pula sebagai horizontal structure), virtual organization (modular/network), sampai hybrid (gabungan vertical dan hirozontal, disebut juga boundaryless organization). Perubahan-perubahan struktur organisasi dapat berimplikasi pada semangat kerja karyawan, dapat berarti positif ataupun negatif. Hasil dari perubahan dapat membuat para pekerja kehilangan jabatan, menghilangkan rekan kerja dalam sebuah tim yang solid atau kehilangan pekerjaan. akan tetapi, perubahan ini mempunyai harapan yang lebih baik pada perkembangan organisasi. Bagaimana manajemen dapat menjembatani persoalan ini sehingga perubahan organisasi dapat diterima semua pihak dan tidak menimbulkan kepanikan merupakan tantangan yang perlu dihadapi setiap perusahaan.
Terdapat dua jenis model rancangan organisasi yang saling bertolak belakang, yaitu model mekanistik dan organik. Kedua model tersebut dijadikan dasar untuk menjawab perbedaan yang ada pada setiap struktur organisasi. Beberapa hal yang menjadi determinan perbedaan struktur organisasi antara lain perbedaan strategi (inovasi, minimisasi biaya, dan imitasi), ukuran, teknologi, serta lingkungannya (seperti yang terdapat dalam dimensi kontekstual organisasi).

KEWIRAUSAHAAN
Salah satu bentuk kegiatan bisnis kecil (small business) adalah kewirausahaan, yang juga menciptakan sebuah family business atau bisnis keluarga. Yang dimaksud dengan small bisnis adalah bisnis yang dimiliki dan dikelola secara lokal, memiliki jumlah karyawan yang sedikit (Stoner,1996). Menurut Boone dan Kurtz (2002) yang dimaksud dengan bisnis kecil adalah sebuah perusahaan yang dimiliki dan dikelola secara independen, tidak mendominasi dalam bidangnya, dan memenuhi ukuran standar tertentu atas laba dan jumlah karyawan. Bidang usaha yang paling banyak diminati antara lain; perdagangan khusus, grosir, makanan dan minuman, jasa bisnis, dan jasa kesehatan.
Jenis-Jenis Wirausaha
1.      Founders (pendiri perusahaan)
Seorang Founders sering dianggap sebagai wirausaha murni, karena mereka secara nyata melakukan survei pasar, mencari dana, dan fasilitas yang diperlukan. Founders yaitu seorang investor yang memulai bisnis berdasarkan penemuan barang atau jasa baru atau yang sudah diimprovisasi. Atau dapat juga seseorang yang mengembangkan ide orang lain dalam memulai usahanya.

2.      General Managers
Seseorang yang mengepalai operasional perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

3.      Franchisee
Seorang wirausaha yang kekuasaannya dibatasi oleh hubungan kontrak kerja dengan organisasi pemberi franchise atau franchisor. Tingkatan dalam sistem franchise terdiri atas tiga bentuk. Pertama produsen (franchisor) memberikan franchise kepada penjual. Sistem ini umumnya digunakan di dalam industri minuman dingin. Tipe kedua penjualnya adalah franchisor, contohnya pada supermarket. Tipe ketiga, franchisor sebagai pencipta atau produsen, sedangkan franchise adalah pendiri retail seperti restoran cepat saji.

Karakteristik Wirausaha
1.      Faktor Psikologis
Wirausahawan bersifat kompleks. McClelland dalam Stoner (1996) menemukan bahwa orang yang mengejar karier seperti wirausahawan mempunyai kebutuhan untuk berprestasi. Orang seperti ini suka mengambil resiko, dan adanya resiko akan lebih mendorong mereka untuk berusaha lebih keras. Wirausahawan memerlukan rasa percaya diri, daya dorong, optimisme, dan semangat untuk meluncurkan dan mengoperasikan bisnis, tanpa kepastian mendapat gaji yang tetap. Mereka bersedia mengambil resiko keamanan untuk memperoleh keuntungan finansial.



2.      Faktor-Faktor Sosiologi
Bagi wirausahawan minoritas seperti kaum wanita, mereka merasa mendapat diskriminasi dari kaum pria yang lebih banyak jumlahnya. Adanya kebutuhan untuk dihargai dan diterima oleh lingkungan, membuat mereka melakukan inovasi usaha yang tidak memerlukan modal besar, sehingga tidak bersaing secara langsung dengan kaum mayoritas.

Menjadi Wirausahawan
Seorang wirausahawan atau pengusaha biasanya identik dengan kreativitas, sehingga dengan kreativitas yang dimiliki ia dapat menciptakan suatu usaha baru yang mungkin belum pernah dipikirkan oleh orang lain. Adakalanya juga mereka tidak sengaja untuk menjadi wirausaha atau dimulai dari sebuah hobi. Misalnya seseorang yang memiliki hobi memasak, bila ia memiliki modal dan kemauan untuk mengembangkan bakatnya tersebut ia dapat membuka usaha catering. Secara umum latar belakang seseorang ingin menjadi wirausahawan antara lain: adanya kebutuhan untuk berhasil, keinginan untuk mengambil resiko, percaya diri, dan adanya keinginan yang kuat untuk berbisnis.

Kebutuhan untuk berhasil
Tiap-tiap orang berbeda dalam tingkat kebutuhan atas suatu keberhasilan yang ingin dicapainya. Ada orang yang merasa cukup puas dengan status yang dimiliki saat ini, sebaliknya ada juga orang yang menginginkan keberhasilan yang tinggi. David McClelland, seorang psikolog menemukan bahwa ada hubungan atau korelasi positif antara kebutuhan akan keberhasilan dan aktivitas wirausaha. Menurut pendapatnya, seorang wirausaha memiliki tingkat kebutuhan akan keberhasilan yang lebih tinggi daripada orang lain. Karakteristik wirausahawan tersebut tampak dari kepribadian yang ambisius.

Keinginan untuk mengambil resiko
Wirausaha memiliki resiko yang berbeda-beda antara satu dan yang lainnya. Ada yang berani mengmbil resiko dengan menginvestasikan uang miliknya, ada pula yang mempertaruhkan karier yang telah dirintisnya. Tekanan dan waktu yang dibutuhkan untuk memulai dan menjalankan bisnisnya juga mendatangkan resiko bagi keluarganya.

Percaya Diri
Bila orang memiliki kepercayaan diri yang besar, mereka akan merasa mampu untuk menghadapi tantangan yang ada. J.B Rotter, seorang psikolog mengatakan bahwa seorang wirausaha yang mempercayai bahwa kesuksesan tergantung pada usaha mereka sendiri mempunyai pengendalian yang disebut internal locus of control (kepercayaan bahwa kesuksesan seseorang tergantung pada usahanya sendiri). Sebaliknya bila seorang wirausaha merasa bahwa hidupnya dikendalikan oleh besarnya keberuntungan atau nasib, mempunyai pengendalian yang disebut external locus of control.Hal lain yang melatarbelakangi seseorang untuk menjadi wirausaha adalah adanya keinginan dari dalam diri yang kuat untuk berbisnis.

Ada beberapa langkah yang mesti Anda siapkan untuk menjadi seorang wirausahawan, yaitu:
a.       mempersiapkan mental
b.      memiliki kemauan yang kuat untuk berhasil
c.       selalu mengembangkan ide dan kreativitas
d.      memiliki kemauan untuk belajar
e.       membangun komunikasi dan jaringan atau networking
f.        memiliki modal usaha
Manfaat Wirausahawan
Kegiatan kewirausahaan dapat membantu perekonomian menjadi lebih baik. Masyarakat yang menekuni bidang wirausaha seperti ini akan menciptakan banyak peluang kerja sehingga menyerap banyak tenaga kerja. Sebagai contoh, pada sebuah acara tayangan televisi kita lihat ada seorang pembuat kerajinan tangan dari bahan fiber glass. Awalnya ia hanya mempekerjakan empat orang karyawan, tetapi seiiring perkembangan usahanya, jumlah karyawannya menjadi 20 orang. Dari contoh nyata ini dapat kita lihat bagaimana kewirausahaan menciptakan dan menyerap tenaga kerja.
Hal lain adalah peran kewirausahaan yang sangat besar tidak hanya pada masyarakat pada umumnya. Pemerintah, lembaga non profit, dan LSM, serta perusahaan swasta juga memerlukan kewirausahaan, atau disebut sebagai intrapreneurship, yaitu entrepreneurship yang ada dalam organisasi, misalnya mustika ratu dan grup jawa pos.
Kewirausahaan memiliki empat manfaat sosial; memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, menciptakan teknologi, produk dan jasa baru, serta mengubah dan meremajakan pasar.
a.       Pertumbuhan Ekonomi. Dengan kewirausahaan, dapat menciptakan lowongan pekerjaan baru bagi masyarakat. Contohnya dalam bidang elektronika yang berdiri kurang dari 5 tahun akan lebih menciptakan pekerjaan daripada perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 20 tahun. Dengan meningkatnya penciptaan pekuang atau lapangan pekerjaan baru akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
b.      Produktivitas. Yaitu kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dengan tenaga kerja dan input lain yang lebih sedikit. Fungsi wirausaha adalah menjalankan aset organisasi untuk mendesain, menguji dan menghasilkan produk baru.
c.       Teknologi, Produk dan Jasa baru. Kewirausahaan memainkan peran penting dalam memajukan perubahan teknologi, produk dan jasa inovatif. Contoh usaha inovatif yang dihasilkan dari kewirausahaan misalnya: penemuan radio FM, penisilin, mesin fotocopy, bolpen dan lain-lain. Kewirausahaan juga menciptakan revolusi industri pada abad kedelapan belas, yaitu industri penenunan kain dari kapas di Inggris yang awalnya diimpor dari India. Karena kapasitas mesin terbatas, maka kuantitas kain yang dihasilkan tidak maksimal. Proses yang panjang dari penenunan kain tersebut pada akhirnya menciptakan suatu mesin pintal yang meningkatkan kapasitas produksi.
d.      Perubahan Pasar. Dengan globalisasi akan menciptakan pasar baru yang sebelumnya tidak mendapat perhatian dari pengusaha lain. Contohnya pasar komputer yang awalnya dikuasai oleh IBM mendapat pesaing dari microsoftserta Apple computer.

____________________________________________________________


KONSEP DASAR BERDAGANG DAN PASAR BEBAS



Berbicara soal bisnis tidak lengkap bila tidak membahas masalah perdagangan dalam suatu Negara maupun perdagangan antarnegara. Walaupun berbagai startegi dalam melaksanakan perdagangan bebas telah disusun, namun dalam pelaksanaannya masih belum sepenuhnya seperti yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh masalah siap dan tidak siapnya Negara – Negara menghadapi globalisasi dan perdagangan bebas tersebut.

Pengertian pasar bebas dan menurut para ahli – Pasar bebas adalah suatu pasar yang dimana para penjual dan para pembeli mempunyai kebebasan penuh dalam memutuskan masalah perdagangan dan juga bisnisnya. Dapat disebut juga, di dalam sistem ekonomi pasar bebas, para penjual maupun para pembeli benar-benar memiliki kebebasan yang penuh dalam menjalankan kegiatan-kegiatan perdagangan mereka. Tetapi walaupun namanya pasar bebas, sebenarnya tidak benar-benar bebas, terdapat aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak.
Ada juga definisi lain dari pasar bebas yaitu suatu proses dimana kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan tidak adanya peraturan atau hambatan buatan yang diterapkan oleh pemerintah dalam perdagangan antara individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda. Dengan tidak adanya hambatan yang diterapkan oleh pemerintah dalam melaksanakan perdagangan, tentunya terdapat kebebasan aturan, cara dan juga jenis barang yang dijual. Maka, munculah persaingan dagang yang sangat ketat baik itu antara individu ataupun perusahaan yang berada di Negara yang berbeda yaitu yang kita kenal dengan istilah ekspor dan impor atau proses penjualan dan proses pembelian yang dilakukan antara Negara.
Inilah pengertian atau definisi pasar bebas menurut beberapa ahli
Dibawah ini definisi pasar bebas menurut pendapat beberapa para ahli:
  • Menurut David Ricardo,  perdagangan bebas merupakan sistem perdagangan luar negeri dimana setiap negara melakukan perdagangan tanpa ada halangan negara.
  • Dan menurut Adam Smith, pasar bebas sebagai suatu wadah untuk menampung yang dihasilkan oleh setiap individu yang berpangkal pada paham kebebasan yang diberikan kepada pelaku – pelaku ekonomi untuk menjalankan kegiatan ekonomi sesuai dengan keinginan mereka tanpa ada campur tangan pemerintah.

apa itu pasar bebas?
Ciri-ciri sistem ekonomi pasar bebas
Ciri dari sistem ekonomi pasar bebas yaitu:

    • Alat dan juga sumber produksi dapat dimiliki serta diatur oleh individu, masyarakat, ataupun perusahaan.

    • Adanya pembagian kelas didalam masyarakat, ialah kelas pekerja atau kelas buruh dan kelas pemilik modal.
    • Terjadinya persaingan antara para pengusaha untuk mendapatkan keuntungan yang optimal atau yang sebesar-besarnya (profit motive).
    • Lalu pemerintah tidak melakukan campur tangan dalam pasar. Campur tangan dari negara dibatasi hanya pada hal-hal yang tidak dapat diusahakan oleh swasta, tapi menjadi syarat terselenggaranya pasar bebas, seperti misalnya keamanan negara.
    Inilah kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi pasar bebas
    Kelebihan sistem ekonomi pasar bebas, dintaranya seperti:
    • Setiap individu bebas mempunyai kekayaan serta sumber daya produksi.
    • Inisiatif dan juga kreatifitas masyarakat bisa dikembangkan.
    • Terjadinya persaingan diantara produsen untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
    • Efisiensi dan efektifitas yang tinggi sebab tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi.
    Kelemahan sistem ekonomi pasar bebas, dintaranya seperti:
    • Adanya eksploitasi terhadap masyarakat yang ekonomi lemah oleh pihak ekonominya kuat.
    • Dapat menimbulkan terjadinya monopoli sehingga dapat merugikan masyarakat.
    • Dapat munculnya kesenjangan ekonomi diantaraa golongan ekonomi kuat dengan golongan ekonomi yang lemah.
    • Dapat dengan mudah menimbulkan perekonomian yang tidak stabil.
    Globalisasi EKONOMI
    Globalisasi ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu kehidupan ekonomi secara global dan terbuka, tanpa mengenal batasan teritorial atau kewilayahan antara negara satu sama lain. Sisi kegiatan investasi perdagangan dan bergerak menuju liberalisasi perdagangan dan investasi dunia secara keseluruhan. Gloobalisasi ekonomi erat kaitannya dengan perdagangan bebas. Free trade atau perdagangan bebas berusaha menciptakan kawasan perdagangan yang makin luas dan menghilangkan hambatan-hambatan tidak lancarnya  perdagangan internasional.


    Pengertian globalisasi ekonomi merupakan suatu proses aktivitas ekonomi dan perdagangan, dimana berbagai negara di seluruh dunia menjadi kekuatan pasar yang satu dan semakin terintegrasi tanpa hambatan atau batasan teritorial negara. Globalisasi perekonomian ini berarti adanya keharusan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus barang, jasa serta modal.
     
    Perwujudan nyata terjadinya globalisasi ekonomi menurut Tanri Abeng, terjadi dalam bentuk-bentuk sebagai berikut:
    1.              Globalisasi produksi. Dalam hal ini, perusahaan berproduksi di berbagai Negara dengan tujuan agar biaya produksi jadi lebih rendah. Upaya ini dilakukan baik karena rendahnya upah buruh, tarif bea masuk murah, infrastruktur memadai ataupun karena adanya iklim usaha dan politik yang mendukung atau kondusif. Dunia dalam kondisi ini menjadi lokasi manufaktur global.
    2.              Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global dalam hal ini mempunyai akses untuk mendapatkan pinjaman atau melakukan kegiatan investasi (baik dalam bentuk portofolio maupun langsung) di seluruh negara di dunia. Contohnya, PT. Telkom dalam upaya memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT. Jasa Marga dalam usahanya memperluas jaringan jalan tol telah menggunakan sistem pembiayaan dengan pola build- operate-transfer (BOT) bersama mitra usaha dari mancanegara.
    3.              Globalisasi tenaga kerja. Hadirnya tenaga kerja asing adalah gejala terjadinya globalisasi di bidang tenaga kerja. Perusahaan global dalam kondisi ini akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai tingkatannya, misalnya penggunaan staf profesional dari tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman internasional atau pemanfaatan buruh kasar yang umumnya diperoleh dari negara-negara berkembang.
    4.              Globalisasi jaringan informasi. Bentuk globalisasi jaringan informasi dapat dilihat pada masyarakat suatu negara dimana dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari berbagai negara di dunia dengan majunya teknologi, diantaranya melalui: Radio, TV, media cetak, dan lain-lain. Jaringan komunikasi yang makin maju membantu meluasnya pasar ke penjuru dunia untuk produk yang sama. Contohnya: Celana jeans levi's, KFC, atau hamburger yang telah melanda pasar di seluruh dunia. Sehingga berakibat pada selera masyarakat negara-negara di dunia, yang ada di kota maupun di desa menuju selera global.
    5.              Globalisasi Perdagangan. Di bidang perdangan, globalisasi terwujud dalam bentuk penyeragaman dan penurunan tarif serta penghapusan hambatan-hambatan non tarif. Sehingga kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi makin ketat, cepat dan fair.

    Dampak Positif  &  Negatif  Globalisasi Ekonomi

    Dampak Globalisasi Ekonomi dapat dibagi menjadi dampak positif dan negatif. Dampak positif globalisasi ekonomi adalah :
    1.              Meningkatnya produksi global. Melalui spesialisasi dan perdagangan, maka faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan lebih efesien, output dunia kian bertambah dan masyarakat akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang pada gilirannya dapat berakipat pada meningkatnya pembelanjaan dan tabungan.
    2.              Meningkatnya kemakmuran pada suatu Negara. Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat berbagai negara lebih banyak mengimpor barang dari luar negeri. Ini menyebabkan konsumen mempunyai lebih banyak pilihan barang. Selain itu, konsumen dapat menikmati barang dengan harga yang lebih rendah dan lebih baik.
    3.              Meluasnya pasar produk domestik. Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara mendapatkan pasar jauh lebih luas disbanding pasar dalam negeri.
    4.              Memperoleh lebih banyak modal serta tingkat teknologi yang lebih baik. Modal yang dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati negara-negara berkembang akibat kekurangan modal dan tenaga terdidik serta tenaga ahli berpengalaman.
    5.              Menyediakan dana tambahan bagi pembangunan di bidang ekonomi. Pembangunan di berbagai sektor lainnya bukan hanya dikembangkan perusahaan asing, namun terutama investasi dari perusahaan swasta domestik. Perusahaan ini kerap memerlukan modal dari bank atau pasar saham. Dana luar negeri terutama dari negara maju yang masuk pasar uang dan pasar modal dalam negeri membantu penyediaan modal yang dibutuhkan.
    Sementara dampak negatif yang ditimbulkan akibat globalisasi ekonomi diantaranya: 
    1.              Menghambat pertumbuhan di sektor industri. Globalisasi ekonomi menyebabkan negara-negara berkembang tidak bias lagi memakai tarif tinggi untuk memproteksi industri yang baru berkembang (infant industry). Sehingga, perdagangan luar negeri yang cukup bebas menimbulkan hambatan bagi negara berkembang dalam memajukan sektor industry. Selain itu, semakin meningkatnya ketergantungan pada industri-industri yang dimiliki perusahaan multinasional
    2.              Memperburuk neraca pembayaran. Globalisasi ekonomi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, jika suatu negara tidak mampu bersaing, maka ekspor tidak akan berkembang. Kondisi ini dapat saja memperburuk neraca pembayaran. Efek buruk lain terhadap neraca pembayaran yakni pembayaran neto pendapatan untuk faktor produksi dari luar negeri cenderung mengakibatkan defisit. Bertambah banyaknya investasi asing menyebabkan arus pembayaran keuntungan (pendapatan) dari investasi ke luar negeri akan makin meningkat.
    3.              Sektor keuangan semakin tidak stabil. Arus investasi (modal) portofolio yang semakin besar menjadi salah satu efek dari globalisasi. Investasi dalam hal ini terutama meliputi partisipasi dana dari luar negeri ke pasar saham. Di saat pasar saham mengalami peningkatan, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran bertambah baik dan nilai uang akan bertambah baik. Dan sebaliknya, di saat harga-harga saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran cenderung menjadi makin buruk serta nilai mata uang dalam negeri merosot. Ketidakstabilan di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
    4.              Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak dapat diatasi atau malah semakin memburuk.


    Daftar Pustaka
    http://www.pengertianku.net/2015/04/pengertian-pasar-bebas-dan-menurut-para-ahli.html
     
      ___
    ____________________________________________________________________________
     


    INISIASI 3
    ORGANISASI BISNIS

    Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :
    1.      Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons)
    2.      James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)
    3.      Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).

    Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
    a.       Orang-orang (sekumpulan orang)
    b.      Kerjasama
    c.       Tujuan yang ingin dicapai

    Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.  

    Ciri-Ciri Organisasi

    Seperti telah diuraikan di atas bahwa organisasi memiliki tiga unsur dasar, dan secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
    1.      Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal,
    2.      Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan,
    3.      Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain,
    4.      Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan,
    5.      Adanya tujuan yang ingin dicapai.

    Prinsip-Prinsip Organisasi

    Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli, salah satunya A.M. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration” (1965), bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi :
    1)      prinsip bahwa organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas
    2)      prinsip skala hirarkhi
    3)      prinsip kesatuan perintah
    4)      prinsip pendelegasian wewenang
    5)      prinsip pertanggungjawaban
    6)      prinsip pembagian pekerjaan
    7)      prinsip rentang pengendalian
    8)      prinsip fungsional
    9)      prinsip pemisahan
    10)  prinsip keseimbangan
    11)  prinsip fleksibilitas
    12)  prinsip kepemimpinan

    1)      Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas
    Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan.  Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai  antara lain, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain.
    2)      Prinsip Skala Hirarkhi
    Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan.
    3)      Prinsip Kesatuan Perintah
    Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
    4)      Prinsip Pendelegasian Wewenang
    Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan.  Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan  mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi.
    5)      Prinsip Pertanggungjawaban 
    Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.


    6)      Prinsip Pembagian Pekerjaan
          Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.
    7)      Prinsip Rentang Pengendalian 
    Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional.  Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.
    8)      Prinsip  Fungsional 
    Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.
    9)      Prinsip Pemisahan 
    Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain.
    10)  Prinsip Keseimbangan 
    Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan.  Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
    11)  Prinsip Fleksibilitas
    Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.
    12)  Prinsip Kepemimpinan.
    Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.

    Jenis-Jenis Organisasi

    Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :
    1.      Berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan
    (1) bentuk tunggal, yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang, semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang. (2) bentuk komisi, pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari beberapa orang, semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan.
    2.      Berdasarkan lalu lintas kekuasaan
    Bentuk organisasi ini meliputi; (1) organisasi lini atau bentuk lurus, kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan organisasi langsung lurus kepada para pejabat yang memimpin unit-unit dalam organisasi, (2) bentuk lini dan staff, dalam organisasi ini pucuk pimpinan dibantu oleh staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu pucuk pimpinan dalam menjalankan roda organisasi, (3) bentuk fungsional, bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi dalam fungsi-fungsi yang dipimpin oleh seorang ahli dibidangnya, dengan hubungan kerja lebih bersifat horizontal.
    3.      Berdasarkan sifat hubungan personal, yaitu ;
    (1) organisasi formal, adalah organisasi yang diatur secara resmi, seperti : organisasi pemerintahan, organisasi yang berbadan hukum  (2) organisasi  informal, adalah organisasi yang terbentuk karena hubungan bersifat pribadi, antara lain  kesamaan minat atau hobby, dll.
    4.      Berdasarkan tujuan
    Organisasi ini dapat dibedakan, yaitu : (1) organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented’ dan (2) organisasi sosial atau ‘non profit oriented ‘
    5.      Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat, yaitu ;
    (1) organisasi pendidikan, (2) organisasi kesehatan, (3) organisasi pertanian, dan lain lain.
    6.      Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani, yaitu :
    (1) Organisasi produksi, misalnya organisasi produk makanan, (2) Organisasi berorientasi pada politik, misalnya partai politik (3) Organisasi yang bersifat integratif, misalnya serikat pekerja (4) Organisasi pemelihara, misalnya organisasi peduli lingkungan, dan lain lain.
    7.      Berdasarkan pihak yang memakai manfaat 
    Organisasi ini meliputi; (1) Mutual benefit organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh anggotanya, seperti koperasi, (2) Service organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan, misalnya bank, (3) Business Organization, organisasi yang bergerak dalam dunia usaha, seperti perusahaan-perusahaan, (4) Commonwealth organization, adalah organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum, seperti  organisasi pelayanan kesehatan, contohnya  rumah sakit, Puskesmas, dll


    Konsep & Fungsi

    Manajemen Sumber Daya Manusia

    Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi SDM adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department.
    Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.
    Departemen Sumber Daya Manusia Memiliki Peran, Fungsi, Tugas dan Tanggung Jawab sebagai berikut.
    1. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (Preparation and selection)
    a.    Persiapan
    Dalam proses persiapan dilakukan perencanaan kebutuhan akan sumber daya manusia dengan menentukan berbagai pekerjaan yang mungkin timbul. Yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perkiraan (forecast) akan pekerjaan yang lowong, jumlahnya, waktu, dan lain sebagainya.
    Ada dua faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan persiapan, yaitu faktor internal seperti jumlah kebutuhan karyawan baru, struktur organisasi, departemen yang ada, dan lain-lain. Faktor eksternal seperti hukum ketenagakerjaan, kondisi pasa tenaga kerja, dan lain sebagainya.


    b.      Rekrutmen tenaga kerja (Recruitment)
    Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sdm oraganisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperluka analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan  (job description) dan juga spesifikasi pekerjaan (job specification).


    c.       Seleksi tenaga kerja (Selection)
    Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup (curriculum vittae) milik pelamar. Kemudian dari CV pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja/interview dan proses seleksi lainnya.


    2.  Pengembangan dan evaluasi karyawan (Development and evaluation)
    Tenaga kerja yang bekerja pada organisasi atau perusahaan harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Untuk itu diperlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.



    3. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai (Compensation and protection)
    Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Proteksi juga perlu diberikan kepada pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan tenang sehingga kinerja dan kontribusi perkerja tersebut dapat tetap maksimal dari waktu ke waktu.








                                                                                             







     

    Comments

    Popular posts from this blog

    Teori Cuplikan (Sampling)

    Salah satu tujuan dalam analisis statistika adalah menjawab pertanyaan desuktif, sesuatu yang dapat kita simpulkan terhadap hasil cuplikan acak, yang sudah kita peroleh dari populasi yang sifat-sifatnya sudah dikenal atau diketahui.
    Cuplikan acak adalah cuplikan yang diambil dari sebuah populasi dengan menerapkan prinsip ketika setiap anggota populasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk terpilih. Apabila kita sudah memiliki suatu cuplikan acak maka kita mampu membuat pernyataan deduktif; apabila sifat-sifat populasi diketahui maka kita bisa menyatakan sifat-sifat cuplikannya. Pada tingkat yang lebih lanjut, sesudah mampu membuat pernyataan deduktif, diharapkan mampu membuat pernyataan induktif.

    Misalkan dikatakan 95% penduduk negara RI yang tinggal di tepi laut, mata pencahariannya adalah nelayan, jika diambil sebuah cuplikan acak dari daerah tepi laut negara RI, pastilah 95% penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan (pernyataan deduktif). Jika situasi di atas dibalik yaitu bi…

    Cuplikan Acak dan Sifat-Sifatnya

    Cuplikan (sample) adalah sebagian anggota populasi yang terpilih untuk diteliti. Sifat-sifat cuplikan hendaknya bisa mewakili sifat-sifat populasi. Agar cuplikan memberikan hasil yang tidak bisa maka cuplikan haruslah diambil/dilakukan secara acak.
    Cara paling sederhana untuk memastikan bahwa cuplikan kita bersifat acak, kita beri setiap anggota populasi kesempatan yang sama besar untuk diambil sebagai anggota cuplikan. Jadi cuplikan acak adalah hasil pengambilan sebagian anggota populasi tempat diterapkan prinsip bahwa setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk diambil sebagai anggota cuplikan. Dalam praktek sifat acak dilakukan dengan sistem lotere. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
    Mencatat setiap anggota populasi dalam satu kertas (kecil), digulung, dimasukkan dalam satu tempat, misal toples.Kemudian, kita tentukan anggota cuplikannya, dengan cara mengambil satu persatu gulungan kertas tadi sampai jumlah tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari kita lihat kej…

    KERANGKA DASAR SISTEM-SISTEM MANAJEMEN

    Kerangka dasar dari sistem –sistem manajemen merupakan suatu langkah untuk memahami hubungan antara aktivitas-aktivitas manajemen dengan berbagai manfaat yang dapat diperolehnya. Penting sekali memahami kedua macam sistem konseptual dan empiris sebab dengan demikian kita mampu meletakkan dasar yang baik dalam rangka mempelajari pengetahuan Sistem Informasi Manajemen. Sebagai tindak lanjut, kita dapat meletakkan dasar dari klasifikasi dari sistem organisasi dari Sistem Informasi Manajemen.
    Mencoba menghubungkan antara Sistem Infoemasi Manajemen dan keputusan makin memperjeles kedudukan dari Sistem Informasi Manajemen dalam organisasi.