Skip to main content

MANAJEMEN OPERASI

oleh: Budi Setiawan

PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS

Pada dasarnya operasional bisnis selalu terkait dengan produksi dan produktivitas. Produksi merupakan proses penciptaan barang dan jasa. Produksi adalah penambahan nilai. Produksi dilakukan dengan proses konversi dari input menjadi output.  Produksi yang tinggi bisa mencerminkan bahwa lebih banyak orang yang bekerja dan tingkat ketenagakerjaan tinggi (tingkat pengangguran rendah), tetapi belum tentu mencerminkan tingginya produktivitas.
Produktivitas merupakan perbandingan antara output (barang dan jasa) dibagi dengan input (sumber daya, seperti tenaga kerja, modal dan manajemen). Peningkatan produktivitas dapat dicapai dengan dua cara: pengurangan input saat output konstan, atau sebaliknya, peningkatan output di saat input konstan.
Metoda yang populer untuk mengukur produktivitas yaitu dengan membuat perbandingan antara output dan inputnya. Hasil perbandingan ini disebut produktivitas masing-masing input. Selain itu membuat perbandingan antara kondisi aktual dan normatif. Dengan cara ini dapat diketahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan yang telah dicapai dalam perusahaan.
Kita akan membahas penghitungan produktivitas seperti pada BMP (semoga menjadi lebih jelas) dengan cara yang pertama yaitu dengan membuat perbandingan antara output dan inputnya, kemudian kita gunakan cara yang kedua yaitu membuat perbandingan antara kondisi aktual dan normatif.
 Sebagai ilustrasi dari produktivitas sebagai perbandingan antara output dan inputnya, misalnya perusahaan AAA mempunyai data seperti dalam tabel 1.1.
Tabel 1.1 Data Output dan Input Periode 1 Perusahaan AAA
Keterangan
Satuan
Jumlah satuan
Harga/satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Produk
unit
800
900
720.000
Bahan baku
unit
400
250
100.000
TKL
Jam
600
175
105.000
Peralatan
jam
800
125
100.000
Jumlah input
Rp
-
-
305.000

Berdasarkan data tersebut kita dapat menghitung produktivitas masing-masing input yang ada di perusahaan tersebut dengan cara membandingkan langsung antara output dan inputnya. Penghitungannya sebagai berikut:
Produktivitas = output yang dihasilkan
                         Input yang digunakan


Untuk satuan bahan baku:

Produktivitas = 800 = 2,00
                         400
Selanjutnya untuk TKL dan Peralatan penghitungannya sama.


Untuk rupiah bahan baku:

Produktivitas = 720.000 = 7,20                        
                         100.000
Selanjutnya untuk TKL dan Peralatan penghitungannya sama.

Untuk total:
Produktivitas = 720.000 = 2,36                        
                         305.000

Maka masing-masing produktivitas akan terlihat seperti pada tabel 1.2.
Tabel 1.2 Produktivitas Periode 1 Perusahaan AAA
Produktivitas
Bahan Baku
TKL
Peralatan
Total
Satuan
2,00
1,33
1,00

Rupiah
7,20
6,86
7,20
2,36








Selanjutnya Ilustrasi untuk menghitung produktivitas dengan cara membandingkan data aktual dan normatif, berikut disajikan data normatif untuk perusahaan yang sama pada periode yang sama.

Tabel 1.3 Output dan Input Periode 1 Perusahaan AAA (normatif)
Keterangan
Satuan
Jumlah satuan
Harga/satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Produk
unit
900
900
810.000
Bahan baku
unit
400
225
90.000
TKL
Jam
500
150
75.000
Peralatan
jam
750
100
750.000
Jumlah input
Rp
-
-
240.000

Untuk perhitungan produktivitas berdasar data normatif digunakan metode yang sama seperti perhitungan dengan data aktual, perbandingan output dan input dengan data normatif akan terlihat dalam tabel 1.4.

Tabel 1.4 Produktivitas Periode 1 Perusahaan AAA (normatif)
Produktivitas
Bahan Baku
TKL
Peralatan
Total
Satuan
2,25
1,80
1,20

Rupiah
9,00
10,80
10,80
3,38

Selanjutnya, perbandingan antara aktual dan normatif sekaligus disajikan pada kolom paling kanan dari tabel 1.5.
Tabel 1.5 Produktivitas Periode 1 Perusahaan AAA (aktual : normatif)
Produktivitas
Aktual
Normatif
Aktual : Normatif

Satuan
Bahan baku
2,00
2,25
88,88%
TKL
1,33
1,80
74,07%
Peralatan
1,00
1,20
83,33%

Rupiah
Bahan baku
7,20
9,00
80,00%
TKL
6,86
10,80
63,49%
Peralatan
7,20
10,80
66,67%
Total
2,36
3,38
69,95%



Berdasarkan perbandingan antara aktual dan normatif terlihat semua angka berada di bawah 100%. Hal ini berarti bahwa perusahaan belum mencapai kondisi ideal yang telah dicanangkan sebelumnya secara normatif. Produktivitas (%) dalam rupiah terlihat lebih kecil daripada satuan memberitahukan kepada kita bahwa di samping pencapaian secara satuan belum tercapai, pencapaian secara rupiah lebih rendah. Hal ini menunjukkan terdapatnya celah-celah kekurangan dan kondisi tidak efisien di dalam perusahaan tersebut.

tambahan : https://ronawajah.wordpress.com/2007/05/13/pengukuran-dan-perbaikan-mutu-dan-produktivitas-karyawan/
---------------------------------------------------

Manajemen Operasi adalah set aktivitas untuk memperoleh nilai tambah produk melalui transformasi input menjadi output. Hasil konversi diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan.
Dari sisi operasional bisnis dapat dikelompokkan menjadi bisnis manufaktur yang menghasilkan barang dan bisnis non-manufaktur yang menghasilkan jasa. Ada juga bisnis gabungan manufaktur dan non-manufaktur, yaitu bisnis selain menghasilkan barang, sekalian juga menghasilkan jasa.

__________________________________________________________________________

DESAIN PRODUK

Masalah desain produk ini sangat perlu untuk diketahui dengan benar karena melalui produk inilah semua lembaga bisnis berupaya untuk memberi kepuasan maksimal kepada konsumen. Produk adalah ujung tombak bisnis. Oleh karena itu, desain produk merupakan hal yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Manajemen perusahaan harus benar-benar serius mengerjakannya.
Agar dapat menyusun desain produk dengan baik, kita perlu membahas dengan baik agar dapat mengerti dan memahami beberapa hal terkait dengan desain produk. Beberapa hal yang perlu dibahas tersebut adalah komponen produk, definisi produk, analisis kelayakan produk, Product Life Cyrcle (PLC) dan  Machine Life Cyrcle (MLC) dan hubungan antara keduanya. Berturut-turut hal-hal tersebut akan dibahas, antara lain :
  1. pengertian Produk
  2.  nama dan kemasan produk.
  3. Fitur Produk
  4. benefit produk
  5. jaminan produk
  6. layanan produk
  7. peta perseptual
  8. pengembangan idea
  9. analisis trade-off dari faktor-faktor produk
  10. penyusunan desain awal produk
  11. Penyusunan desain final produk
  12. perbedaan umum antar desain untuk manufaktur dan desain untuk servis.
  13. Penyusunan analisis kelayakan produk dalam hubungannya dengan desain produk.
  14. kelayakan teknis dari sebuah produk yang akan diproduksi.
  15. Kelayakan ekonomis dari sebuah produk yang akan diproduksi.
  16. Produk life cyrcle untuk perusahaan.
  17. Machine life cyrcle
  18. hubungan antara PLC dan MLC baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Comments

Popular posts from this blog

KERANGKA DASAR SISTEM-SISTEM MANAJEMEN

Kerangka dasar dari sistem –sistem manajemen merupakan suatu langkah untuk memahami hubungan antara aktivitas-aktivitas manajemen dengan berbagai manfaat yang dapat diperolehnya. Penting sekali memahami kedua macam sistem konseptual dan empiris sebab dengan demikian kita mampu meletakkan dasar yang baik dalam rangka mempelajari pengetahuan Sistem Informasi Manajemen. Sebagai tindak lanjut, kita dapat meletakkan dasar dari klasifikasi dari sistem organisasi dari Sistem Informasi Manajemen.
Mencoba menghubungkan antara Sistem Infoemasi Manajemen dan keputusan makin memperjeles kedudukan dari Sistem Informasi Manajemen dalam organisasi.

Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang disusun dengan mempergunakan prosedur-prosedur yang formal, dengan tujuan memberikan informasi yang relevan kepada para manajer baik itu informasi internal maupun informasi eksternal pada seluruh tingkat dan seluruh fungsi organisasi yang bersangkutan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif.
Sistem informasi yang formal makin dirasakan penting keberadaannya apabila operasi perusahaan bertambah besar dan bertambah rumit.

Manajemen dan Sistem Komputer

Salah satu peran manajer yang berkaitan dengan informasi adalah mencari dan menerima informasi khusus (terutama informasi yang baru) yang sangat beraneka ragam untuk mengembangkan pemahaman yang lebih seksama mengenai lingkungan organisasinya untuk kemudian meneruskan informasin yang diterima (baik dari luar atau dari bawahan) kepada anggota-anggota organisasinya atau kepada pihak luar mengenai rencana-rencana, kebijakan-kebijakan, tindakan, hasil-hasil organisasi dan lain sebagainya. Perubahan lingkungan organisasi yang cepat serta kemajuan-kemajuan dalam bidang manajemen bukan saja membuka peluang (kesempatan) bagi organisasi, namun dapat juga merupakan ancaman bagi organisasi. Berbagai perubahan yang serba cepat ini membutuhkan lebih banyak informasi, banyaknya informasi yang dibutuhkan ini mengharuskan diadakannya metode dan prosedur baru dalam mengumpulkan, mengeluarkan dan mengevaluasi informasi agar dapat digunakan dalam mengambil keputusan-keputusan yang penting.
Kemajuan dan p…