Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Pendekatan Teori Konsumsi dan Kurva Engel

Pendekatan kurva indiferensi mengasumsikan bahwa tak perlu kuantifikasi daya guna karena tak mungkin dilakukan, dan hanya anggapan peringkat kepuasan daya guna secara ordinal. Selain itu kurva indiferensi bisa memisahkan efek total menjadi efek substitusi dan efek pendapatan.Kurva permintaan konsumen individual akan suatu barang dapat diperoleh dengan mengubah harga barang bersangkutan hingga dapat diperoleh posisi keseimbangan baru dengan pendekatan kurva indiferensi. Cara yang sama, dengan mengubah harga juga dapat digunakan untuk memperoleh kurva permintaan konsumen individu dengan pendekatan daya guna marjinal. Bila posisi-posisi keseimbangan pada harga yang berbeda itu dihubungkan pada analisis pendekatan kurva indiferensi, maka diperoleh Kurva Harga Konsumsi. Selanjutnya bila kuantitas keseimbangan serta tingkat pendapatan yang bersangkutan digambarkan maka diperoleh kurva Engel yang berlerang menanjak naik (pada barang normal).Kelebihan pendekatan kurva indiferensi dibandingkan…

Elastisitas Permintaan dan Penawaran

M eskipun jelas bentuk dan arah dan hubungan antara jumlah yang diminta dan jumlah yang ditawarkan dengan harganya seperti yang ditunjukkan oleh skedul atau kurva permintaan dan penawaran, tetapi respon masing-masing terhadap perubahan harga berbeda intensitasnya. Respon ini dikenal sebagai elastisitas dan diukur dengan elastisitas permintaan dan penawaran. Elastisitas dihubungkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan maupun penawaran.Secara umum, elastisitas didefinisikan sebagai respon atau perubahan relatif suatu variabel akibat perubahan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Elastisitas permintaan merupakan rasio persentase perubahan kuantitas yang diminta dengan persentase perubahan harga. Secara lengkap disebut elastisitas harga permintaan. elastisitas permintaan lain juga dapat dihitung dalam hubungan dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi, misalnya elastisitas pendapatan permintaan dan elastisitas silang permintaan. Dua angka elastisitas yang ekstrim yaitu nol d…

MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN

motivasi merupakan kekuatan psikologis yang menetukan arah, intensitas atau tingkat usaha dan tingkat ketekunan seorang individu (pegawai) dalam mencapai tujuannya sehingga melahirkan perilaku tertentu.
Pada umumnya motivasi dapat dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu motivasi ekstrinsik, seperti motivasi yang datang dari luar diri para pekerja, dapat berupa imbalan ataupun hukuman (reward and punishment), sedangkan motivasi instrinsik, seperti motivasi yang datang dari dalam diri pekerja.
Terdapat beberapa teori, antara lain teori motivasi klasik (Frederick Taylor) yang menitikberatkan pada anggapan bahwa hanya uang yang bisa memotivasi karyawan; serta teori perilaku  (Howthorne), yang menyatakan bahwa kecenderungan meningkatnya produktivitas adalah ketika karyawan merasa yakin bahwa mereka akan menerima perhatian khusus dari manajemen (atasan). Teori hierarkhi kebutuhan (Maslow). Teori ini menggambarkan adanya 5 tingkatan kebutuhan manusia yang mendorong seseorang untuk bertindak tertentu.…

Konstruksi Skenario : Model Royal Dutch/ Shell

Metode skenario kini sepertinya semakin populer sebagai salah satu alat analisis yang digunakan untuk memproyeksikan berbagai kemungkinan masa depan sebagai akibat semakin tingginya ketidakpastian lingkungan bisnis. Di Indonesia metode skenario mulai dikenal, sekalipun belum sepopuler di negara lain. KB 2 menjelaskan secara rinci bagaimana skenario disusun. Sembilan tahapan yang diperlukan untuk menyusun skenario dijelaskan : identifikasi pokok persoalan, identifikasi aktor, kekuatan penentu utama, kecenderungan dan ketidakpastian, matriks inti skenario, cetak biru skenario, narasi skenario, opsi strategi, dan kuantifikasi dan monitoring. Identifikasi pokok persoalan yang merupakan langkah pertama

Matriks Pertumbuhan Pangsa Pasar

MP3 atau Matriks BCG yang oleh penemunya -Bruce Henderson - tidak didesain dengan ambisi yang berlebihan, ternyata mendapatkan momentum kelahiran yang pas. Dalam waktu yang tidak terlalu lama matriks tersebut begitu luas dikenal, tidak saja oleh para akademisi tetapi juga praktisi. Matriks BCG lahir tepat waktu ketika strategi diversifikasi konglomerasi sedang mendapatkan tempat yang terhormat. Akademisi dan eksekutif perusahaan sedang membutuhkan alat analisis yang tepat untuk membantu pengambilan keputusan dalam mengelola perusahaan yang memiliki banyak unit usaha (portofolio bisnis). Mantra yang diajukan tentang pentingnya penguasaan pangsa pasar yang tinggi untuk menjadi pemimpin pasar dan keseimbangan aliran kas menjadi resep yang tidak boleh dilupakan. Kesederhanaan dan kesan kecanggihannya juga membantu pencapaian statusnya. Dua sumbu - pertumbuhan pasar dan pangsa pasar - dan empat sel yang dimiliki - tanda tanya, bintang, sapi perah, dan tanda silang - dinilai telah cukup unt…

Cuplikan Acak dan Sifat-Sifatnya

Cuplikan (sample) adalah sebagian anggota populasi yang terpilih untuk diteliti. Sifat-sifat cuplikan hendaknya bisa mewakili sifat-sifat populasi. Agar cuplikan memberikan hasil yang tidak bisa maka cuplikan haruslah diambil/dilakukan secara acak.
Cara paling sederhana untuk memastikan bahwa cuplikan kita bersifat acak, kita beri setiap anggota populasi kesempatan yang sama besar untuk diambil sebagai anggota cuplikan. Jadi cuplikan acak adalah hasil pengambilan sebagian anggota populasi tempat diterapkan prinsip bahwa setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk diambil sebagai anggota cuplikan. Dalam praktek sifat acak dilakukan dengan sistem lotere. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
Mencatat setiap anggota populasi dalam satu kertas (kecil), digulung, dimasukkan dalam satu tempat, misal toples.Kemudian, kita tentukan anggota cuplikannya, dengan cara mengambil satu persatu gulungan kertas tadi sampai jumlah tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari kita lihat kej…

Teori Cuplikan (Sampling)

Salah satu tujuan dalam analisis statistika adalah menjawab pertanyaan desuktif, sesuatu yang dapat kita simpulkan terhadap hasil cuplikan acak, yang sudah kita peroleh dari populasi yang sifat-sifatnya sudah dikenal atau diketahui.
Cuplikan acak adalah cuplikan yang diambil dari sebuah populasi dengan menerapkan prinsip ketika setiap anggota populasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk terpilih. Apabila kita sudah memiliki suatu cuplikan acak maka kita mampu membuat pernyataan deduktif; apabila sifat-sifat populasi diketahui maka kita bisa menyatakan sifat-sifat cuplikannya. Pada tingkat yang lebih lanjut, sesudah mampu membuat pernyataan deduktif, diharapkan mampu membuat pernyataan induktif.

Misalkan dikatakan 95% penduduk negara RI yang tinggal di tepi laut, mata pencahariannya adalah nelayan, jika diambil sebuah cuplikan acak dari daerah tepi laut negara RI, pastilah 95% penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan (pernyataan deduktif). Jika situasi di atas dibalik yaitu bi…

Ukuran Letak

Ukuran letak suatu rangkaian data adalah ukuran yang didasarkan letak dari ukuran tersebut dalam suatu distribusi.
Kita mengenal ada berbagai macam ukuran letak, antara lain: Median, Kuartil (Quartile), Desil (Decile), dan Prosentil(Procentile).
Median adalah data yang letaknya di tengah-tengah. Median letaknya di tengah-tengah maka median juga merupakan salah satu ukuran letak karena median membagi suatu distribusi menjadi 2 bagian yang sama besar.
Kuartil membagi suatu distribusi menjadi 4 bagian yang sama besar. Dalam hal ini kita mengenal ada 3 kuartil, yaitu kuartil 1, kuartil 2, dan kuartil 3.
Untuk menghitung kuartil pada data yang belum dikelompokkan, langkah pertama adalah mengurutkan data dari kecil ke besar. Langkah berikutnya kita mencari letak kuartil dengan rumus :














kkk
ll

Ukuran Tendensi Pusat

Ukuran tendensi pusat dapat dihitung dengan menggunakan banyak cara. Dalam hal ini hanya dibahas tiga macam ukuran tendensi pusat, yaitu mean, median, dan modus.
Data hasil penelitian bisa dibedakan menjadi dua, yaitu data yang tidak dikelompokkan dan data yang dikelompokkan. Untuk data yang tidak dikelompokkan , mean atau rata-rata hitung adalah jumlah data dibagi banyaknya data. Untuk mencari mean bagi data yang sudah dikelompokkan yaitu data yang sudah dibuat menjadi suatu distribusi frekuensi kita menggunakan cara lain. Data yang sudah dibuat distribusi frekuensi menjadi tidak asli lagi, data sudah dimasukkan ke dalam kelas-kelas, sehingga yang ada tinggal frekuensi dari masing-masing kelas saja (f). Oleh karena itu, dalam menghitung rata-rata kita menggunakan class mark yaitu pertengahan suatu kelas (X) dan frekuensi. Rata-rata hitung dapat dihitung dengan rumus berikut:












Apabila distribusi frekuensi tersebut memiliki kelas terbuka, maka titik tengah pada kelas terbuka tidak dapat…