Skip to main content

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

ROAD MAP

  1. Fungsi dan Pengembangan
  2. Sumber Daya Manusia dan Keunggulan
  3. Aspek Legal Manajemen SDM
  4. Perencanaan SDM
  5. Pengangkatan dan Pemberhentian Karyawan
  6. Pengupahan dan Pemberian Tunjangan
  7. Penilaian Kinerja, Penghargaan dan Pengembangan Karier
  8. Pelatihan dan Pengembangan
  9. Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kepemimpinan dan Produktivitas



 Prinsip Manajemen SDM pada organisasi bisnis
  • Pertama, pengelolaan SDM berorientasi pada layanan. Prinsip ini perlu guna mencegah pengelolaan SDM secara mekanis yang hanya akan menghasilkan output yang seragam karena hal itu dapat menjadikan pengeloaan SDM tidak efektif dan efisien serta penciptaan kompetensi manajerial tidak tercapai. Pengelolaan SDM dengan orientasi pada layanan akan dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan karyawan yang puas pada gilirannya akan berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
  • Kedua, pengelolaan SDM dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada karyawan untuk berperan serta secara aktif dalam pengelolaan perusahaan. Dengan demikian, diharapkan pekerjaan menjadi lebih menaraik sehingga mampu mendorong semangat kerja karyawan dan memotivasi mereka menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik. Penyempurnaan kualitas pekerjaan yang lebih baik secara terus menerus hanya terjadi jika karyawan secara terus menerus pula meningkatkan kemampuan kerjanya. Ini berarti pula ada dorongan terciptanya kompetensi manajerial.
  • Ketiga, pengelolaan SDM yang mampu menumbuhkembangkan jiwa enterpreneur dalam diri setiap individu karyawan di dalam perusahaan. jiwa enterpreneur ini penting untuk meningkatkan kreativitas, keahlian dan keterampilan, serta keberanian mengambil resiko.
Prinsip Manajemen SDM pada organisasi pelayanan publik
  • Adanya peran yang banyak (many roles) dari pelayan publik.
  • Masalah nilai
  • memahami dasar pemikiran dari suatu sistem personil
  • Alternatif-alternatif untuk pelayanan sipil.
  • Peraturan perundangan
  • kinerja
  • Akuntabilitas publik/ akses.
Tujuan Manajemen SDM secara keseluruhan adalah untuk memastikan bahwa organisasi mampu mencapai keberhasilan melalui manusia. Secara khususnya tujuan MSDM adalah sebagai berikut:
  1. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cakap, dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi, seperti yang dibutuhkan
  2. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia - kontribusi, kemampuan dan kecakapan mereka.
  3. mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti, sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja, dan pengembangan manajemen serta aktivitas pelatihan yang terkait dengan kebutuhan bisnis.
  4. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah stakeholder dalam organisasi yang bernlai dan membantu mengembangkan iklim kerja sama dan kepercayaan bersama.
  5. Menciptakan iklim, diharapkan hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan.
  6. Mengembangkan lingkungan, diharapkan kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang.
  7. membantu organisasi mengembangkan dan mengadaptasikan kebutuhan stakeholder (pemilik, lembaga, wakil pemerintah, manajemen, keryawan, pelanggan, pemasok, dan masyarakat luas).
  8. Memastikan bahwa orang dinilai dan dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai.
  9. Mengelola tenaga kerja beragam, memperhitungkan perbadaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan, gaya kerja dan aspirasi.
  10. memastikan bahwa persamaan kesempatan tersedia untuk semua.
  11. mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan pada perhatian pada karyawan, keadilan dan transparansi.
  12. mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan.
FUNGSI MSDM
Pada prinsipnya, fungsi MSDM meliputi berbagai aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi keseluruhan area kerja suatu organisasi yang terdiri atas perencanaan, pengangkatan dan pemberhentian karyawan; pengupahan dan pemberian tunjangan; penilaian kinerja, penghargaan dan pengembangan karier; pelatihan dan pengembangan; keselamatan dan kesehatan kerja, kepemimpinan, dan produktivitas.

    Comments

    Popular posts from this blog

    Teori Cuplikan (Sampling)

    Salah satu tujuan dalam analisis statistika adalah menjawab pertanyaan desuktif, sesuatu yang dapat kita simpulkan terhadap hasil cuplikan acak, yang sudah kita peroleh dari populasi yang sifat-sifatnya sudah dikenal atau diketahui.
    Cuplikan acak adalah cuplikan yang diambil dari sebuah populasi dengan menerapkan prinsip ketika setiap anggota populasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk terpilih. Apabila kita sudah memiliki suatu cuplikan acak maka kita mampu membuat pernyataan deduktif; apabila sifat-sifat populasi diketahui maka kita bisa menyatakan sifat-sifat cuplikannya. Pada tingkat yang lebih lanjut, sesudah mampu membuat pernyataan deduktif, diharapkan mampu membuat pernyataan induktif.

    Misalkan dikatakan 95% penduduk negara RI yang tinggal di tepi laut, mata pencahariannya adalah nelayan, jika diambil sebuah cuplikan acak dari daerah tepi laut negara RI, pastilah 95% penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan (pernyataan deduktif). Jika situasi di atas dibalik yaitu bi…

    KERANGKA DASAR SISTEM-SISTEM MANAJEMEN

    Kerangka dasar dari sistem –sistem manajemen merupakan suatu langkah untuk memahami hubungan antara aktivitas-aktivitas manajemen dengan berbagai manfaat yang dapat diperolehnya. Penting sekali memahami kedua macam sistem konseptual dan empiris sebab dengan demikian kita mampu meletakkan dasar yang baik dalam rangka mempelajari pengetahuan Sistem Informasi Manajemen. Sebagai tindak lanjut, kita dapat meletakkan dasar dari klasifikasi dari sistem organisasi dari Sistem Informasi Manajemen.
    Mencoba menghubungkan antara Sistem Infoemasi Manajemen dan keputusan makin memperjeles kedudukan dari Sistem Informasi Manajemen dalam organisasi.

    Pengertian Sistem Informasi Manajemen

    Sistem Informasi Manajemen dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang disusun dengan mempergunakan prosedur-prosedur yang formal, dengan tujuan memberikan informasi yang relevan kepada para manajer baik itu informasi internal maupun informasi eksternal pada seluruh tingkat dan seluruh fungsi organisasi yang bersangkutan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif.
    Sistem informasi yang formal makin dirasakan penting keberadaannya apabila operasi perusahaan bertambah besar dan bertambah rumit.